![]()
Sedikitnya 24 rumah adat dan 7 bangunan leuit (lumbung padi) milik pengikut Kasepuhan Adat Banten Kidul “Cipta Gelar” yang dipimpin Abah Anom Encup Sucipta, di Kampung/Desa Sirnaresmi Kec. Cisolok Kab. Sukabumi, Rabu (25/8) siang musnah dilalap api dalam sebuah kebakaran besar. Dalam musibah kebakaran itu tidak ada korban jiwa, namun para korban menderita kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 497 juta
Akibat kebakaran tersebut, 30 kepala keluarga atau sebanyak 99 jiwa kehilangan tempat tinggal. Pada saat kebakaran, hampir seluruh pria yang ada di kampung tersebut sedang berada di ladang. Karena usai melaksanakan acara ritual “Seren Taun” bulan lalu, semua pria bekerja ngabukbak (membuka lahan) di ladangnya masing-masing. Bahkan karena jauhnya jarak antara rumah dengan ladang, sebagian warga adat bermalam di ladang hingga satu atau dua pekan lamanya. Sehingga rumah-rumah adat itu hanya dihuni oleh kaum ibu dan anak-anak.
Api yang menyulut kebakaran, diduga berasal dari dari tungku milik Mak Amah. Pada siang itu, mak Amah tengah memasak nasi dan meninggalkannya sejenak untuk mengambil air. Kemungkinan api dalam tungku yang menggunakan kayu bakar itu terlalu besar dan melalap tumpukan kayu-kayu lainnya yang ada di dekat tungku. Pada saat Mak Amah kembali, rumahnya sudah dilalap api sehingga tidak bisa berbuat banyak kecuali berteriak meminta pertolongan kepada warga lainnya.
Karena tiupan angin yang cukup besar saat itu, api melebar ke berbagai arah dan menjilat rumah-rumah lainnya yang berdekatan dengan rumah Mak Amah. Warga yang terdiri dari ibu dan anak-anak itu sebenarnya sudah berupaya memadamkan api dengan berbagai cara sederhana. Namun, “si jago merah” malah semakin perkasa dan melalap 24 rumah yang ada di perkampungan itu. Terlebih lagi material bangunan rumah adat itu hanya menggunakan kayu dan beratap ijuk atau rumbia. Api tidak hanya menghanguskan rumah adat, tapi juga leuit-leuit yang umumnya masih penuh dengan padi kering siap tumbuk karena baru satu bulan ke belakang melakukan panen raya. Justru kerugian terbesar berasal dari leuit-leuit tersebut.
sumber koran Pikiran Rakyat
image diambil dari milis arag
Published under: lain lain
Leave a message or two
This post was written on the Friday, August 27th, 2004 at 3:24 pm and categorized under lain lain. You can follow the ongoing discussion by subscribing to the RSS 2.0. You can leave a reply, or Trackback.


saya ikut berduka cita atas musibah yang di alami para korban kebakaran di daerah cisolok jawabarat, semoga para korban kebakaran diberikan kesabaran, ketenangan dan ketabahan, semoga peristiwa ini awal dari kemajuan dan kesadaran bagi warga yang terkena musibah kebakaran.dan semoga allah memberikan jalan yang terbaik bagi para korban. semua ini hanya cobaan dari allah swt yang menandakan sayang kepada para korban, dan untuk menguji sejauh mana para korban bertakwa kepada allah swt.
perlu di garis bawahi sepengetahuan yang selama ini saya ketahui bahwa cisolok merupakan daerah yang termasuk jawa barat bukan daerah banten, dan tentunya adat banten akan berbeda dengan adat yang dimiliki oleh daerah jawa barat, dan adat banten tidak bisa dimasukan kedalam adat jawa barat, jadi tolong di cek kembali, daerah cisolok termasuk daerah banten atau jawa barat, karna adat merupakan titipan dari keruhun atau nenek moyang terdahulu.